Pedagogi Hijau: Mendorong Pembelajaran di Sekolah yang Peduli Lingkungan dan Berkelanjutan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 05:54:48 WIB

DARIRIAU.ID – Pendidikan tidak hanya berfokus pada meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga membentuk sikap dan kebiasaan yang di terapkan siswa pada kehidupan sehari-hari.

Di tengah maraknya persoalan tentang lingkungan seperti sampah, pencemaran, perubahan iklim, hingga hilangnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan kesadaran ini sejak dini, di sinalah pedagogi hijau (green pedagogy) hadir, membantu pembelajaran lebih dekat dengan lingkungan.

Pedagogi hijau merupakan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan, keberlanjutan, dan tanggung jawab sosial ke dalam proses pembelajaran.

Pendekatan ini tidak hanya menjadikan lingkungan sebagai materi pembelajaran tetapi juga menyelaraskan lingkungan sebagai pengalaman belajar bagi siswa.

Dengan demikian, siswa tidak hanya mengetahui permasalahan ingkungan hanya melalui teori saja, tetapi juga mengetahui bagaimana dampaknya dan bagaimana tindakan yang tepat untuk menanganinya.

Penerapan Pedagogi Hijau dalam Pembelajaran

Penerapan pedagogi hijau di sekolah sebenarnya dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan sederhana. guru dapat mengaitkan materi pembelajaran dengan permasalahan lingkungan disekitarnya. Misalnya dalam pembelajaran biologi pada materi pencemaran lingkungan dapat dilakukan dengan pengamatan langsung pada sungai ataupun lingkungan di sekitar sekolah. Siswa dapat mengidentifikasi jenis pencemaran, mencari penyebabnya, dan cara mengatasi permasalahan tersebut.

Tidak hanya dapat dikaitkan pada pembelajaran biologi saja, tetapi juga dapat dikaitkan dengan mata pelajaran lainnya. Pada mata pelajaran matematika, siswa dapt mengolah data mengenai sampah yang ada di lingkungan sekolah. Pada pembelajaran Bahasa Indonesia, siswa dapat membuat teks persuasif atau kampanye tentang peduli lingkungan. Sementara itu pada mata pelajaran IPS, siswa dapat menghubungkan antara aktivitas manusia dengan pemanfaatan sumber daya alam dan kondisi lingkungan.

Pembelajaran juga dapat dilakukan berbasis proyek. Contohnya siswa dapat membuat program seperti pemilahan sampah, gerakan membawa botol minum, melakukan penghijauan di lingkugan sekolah, dan lain sebagainya.

Hal ini nantinya dapat membantu siswa untuk terlibat langsung sehingga pembelajaran tidak berhenti pada pembahasan konsep saja tetapi hingga aksi nyata.

Mengapa Pedagogi Hijau Penting?

Penerapan pedagogi hijau ini menjadi sangat penting karena kebiasaan dan cara pandang terhadap peduli lingkungan harus ditanamkan sejak dini. Pengetahuan mengenai lingkungan saja tidak cukup menjadikan seseorang akan mempunyai sikap peduli lingkungan. Siswa perlu mendapatkan pengalaman langsung agar mereka memhami sekecil apapun perbuatan yang dilakukan akan berdampak pada lingkungan.

Melalui pedagogi hijau, sekolah dapat menjadi ruang untuk membangun sikap peduli lingkungan. Seperti kebiasaan membuang dan memilah sampah dengan benar, hemat air dan energi, mengambalikan barang yang tidak digunakan, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Tidak hanya itu, guru juga mempunyai peran penting dengan menjadi contoh yang baik bagi para muridnya. Karena pembelajaran akan lebih bermakna jika di terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain membangun kepedulian terhadap lingkungan, pendekatan ini juga dapat meningkatkan berbagai keterampilan siswa. Misalnya suatu hari siswa menemukan sebuah masalah lingkungan, mereka mampu untuk menganalisis masalahnya, mengidentifikasi dampaknya, bekerja sama untuk mencari solusi , mengambil keputusan, hingga mengkomunikasikan hasilnya secara bersama-sama.

Dengan demikian, pedagogi hijau ini mendukung pembelajaran siswa dengan aktif, kontekstual, dan bermakna. Dari Pembelajaran ke Kebiasaan Keberhasilan pendekatan pedagogi hijau tidak hanya dapat terlihat pada adanya program lingkugan di sekolah. Tetapi bagaimana pendekatan ini dapat membentuk kebiasaan serta cara pandang siswa mengenai lingkungan.

Pembelajaran lingkungan seharusnya tidak hanya dilakukan pada materi tertetu saja, tetapi dapat dilakukan dengan konsisten dan teratur di lingkungan sekolah. Sekolah dapat memulainya dengan langkah yang sederhana dengan menyediakan tempat sampah, mengurangi pemakaian plastik sekali pakai, menghemat energi dan air, serta melibatkan siswa dalam kegiatan peduli lingkungan. Dengan begitu, guru mudah mengaitkan pembelajaran dengan kebiasaan siswa sehingga siswa mengetahui alasan dibalik tindakannya.

Pada akirnya pedagogi hijau ini bukan hanya berfokus pada konsep, tetapi membentuk pola pikir siswa bahwasanya manusia adalah bagian dari lingkungan dan memiliki tanggung jawab untuk menjaganya. Melalui pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, diharapkan siswa tidak hanya menjadi peserta didik yang mengerti tentang konsep saja, tetapi juga ikut andil dalam aksi nyata di kehidupan sehari-hari.

Pedagogi hijau dapat menjadi salah satu langkah penting untuk membangun pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan siswa, tetapi juga mempersiapkan mereka menjadi generasi yang mampu menjaga lingkungan dan menghadapi tantangan keberlanjutan di masa depan.***

Halaman :

Terkini