Bersiap Buka Program Magister Komunikasi, FIKOM UIR Lakukan Bench Marking ke UII

Bersiap Buka Program Magister Komunikasi, FIKOM UIR Lakukan Bench Marking ke UII

DARIRIAU.ID - Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Riau (UIR) Bersiap membuka Program Studi Magister Ilmu Komunikasi (S2) tahun 2026. Sebagai penguatan untuk membuka program S2 tersebut, Fikom UIR Selasa (5/5/2026) melakukan studi banding ke Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII).

Dalam kunjungan tersebut, Dekan Fikom UIR Dr. Eko Hero, S. Sos., M.Soc.Sc, menyebutkan Bench Marking ke UII dilakukan kerena adanya beberapa kesamaan antara UIR dengan UII yakni sama-sama kampus swasta yang berbasis keIslaman.

“Beberapa kesamaan antara UIR dan UII membuat kita ingin menggali pengalaman dari UII, sehingga nantinya Ketika Fikom UIR membuka S2 kita dapat menguatkan mutu akademik kita nantinya” kata Dekan Fikom tersebut.

Dekan Fikom UIR, selanjutnya menyampaikan bahwa program Magister Komunikasi Fikom UIR memfokuskan pada kajian media dan komunikasi yang dibungkus dengan media digital Islam dan Melayu.

“Basis keislaman karena kampus kita berbasis Islam sedangkan Melayu kita ingin mengambil identitas lokal, dimana kita harapkan menjadi pembeda kita dengan program magister komunikasi lainnya,” kata Dr. Eko Hero, saat didampingi Wakil Dekan I Bidang Akademik, Riset dan Innovasi Dr. Al Sukri, S. Sos., M.I.Kom dan Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi Fikom UIR Fitri Hardianti, M.I.Kom.

Rencana pendirian Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Fikom UIR dikatakan Dekan Fikom ini sudah sampai pada tahap pengajuan izin ke Kemendikti Saintek.

“Pertengahan bulan lalu kita sudah submit proposal pembukaan program magister ini, dan saat ini kita sedang menunggu proses izin keluar. Tak menutup kemungkinan tahun ini kita sudah membuka penerimaan mahasiswa baru,” tegas Eko.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya UII, Prof. Dr. rer.sos. Masduki, S.Ag., M.Si., MA mengapresiasi rencana Fikom UIR membuka program studi magister ilmu komunikasi.

“Membuka program studi itu magister komunikasi itu memiliki tantangan sendiri, salah satunya itu kita harus mempunyai pembeda dengan prodi komunikasi yang setara. Jika tadi pak dekan bilang bahwa magister yang akan dibuka nantinya memiliki pencirian khusus yaitu terkait dengan budaya Melayu, saya pikir ini sangat potensial, pasarnya tidak hanya di Riau akan tetapi juga bisa sampai ke negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura” katanya.

Ia menyarankan dalam pendirian Magister Ilmu Komunikasi Fikom UIR nantinya, perlu juga memperhatikan ketersediaan sumber daya (dosen) yang memperhitungkan kluster riset para dosen. Sehingga arah, tujuan dan kebutuhan pasar dapat diramu secara maksimal dalam kurikulum akademik. 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index